Langsung ke konten utama

Kapan kita merasa -lebih- Baik ?

Kapankah kita akan merasa lebih baik?
Saat membuat orang lain menjadi lebih baik J

Mungkin kita begitu mencintai hidup.Saking cinta-nya, kita lupa bahwa hidup kita tak hanya kita lewati sendiri. Tapi juga diwarnai oleh jiwa-jiwa yang lain.
Semangat-semangat itu, getar membara itu, begitu kita butuhkan untuk mengisi kekosongan dan kehampaan didalam hidup. Iya, jiwa-jiwa berwarna itu.
Tapi, apakah kita tau? kita sesama makhluk hidup pasti punya hubungan timbal balik, bukan? terserah kita mau membuat simbiosis apa. Apakah Mutualisme:  saling menguntungkan. Ataukah Komensalisme : Tidak saling menguntungkan atau merugikan. Atau yang terakhir,Parasitisme : Hubungan timbal balik yang saling merugikan.
Hidup tidak akan berarti jika kita hanya mencintai diri kita sendiri. Hidup tidak akan bermakna bila kita tidak pernah menyadari  betapa ada banyak orang di sekelilingmu. Maka, untuk hidup, demi menjadi jiwa yang baik ,buatlah orang lain menjadi baik. Allah akan mengalirkan terus pahala kita jika kita bisa membuat sesuatu yang berguna untuk oranglain. Hingga nanti, ketika kita tak bernafas lagi.
Disini
Ada Kau
Aku
Kita
DuniaJ


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Komunikasi : Tradisi Kritis

Apa sebenarnya tradisi kritis dalam teori komunikasi? Tradisi kritis merupakan asumsi dari sekian banyak teori kritis yang menyebutkan bahwa di dalam masyarakat, banyak terjadi kesenjangan sosial. Dengan hadirnya tradisi kritis sebagai bagian dari teori komunikasi, para teoritis mengarapkan tradisi ini dapat berguna untuk pemecahan masalah dalam bentuk komunikasi untuk kesenjangan yang terjadi, atau setidaknya, kita dapat mengetahui mengapa kesenjangan itu bisa terjadi. Berangkatnya tradisi kritis, bisa kita lihat dari mana tradisi ini mulai berkembang. Tradisi kritis muncul dalam kelompok ilmuwan Jerman yang biasa dikenal dengan sebutan “Frankfurt School”. Para teoritisinya ternyata mengadopsi pemikiran Marxis. Tidak mengherankan jika para teoritis menjadikan tradisi ini sebagai tradisi yang banyak perbandingannya. Perkembangan tentang suatu kritik sosial umum juga diprakarsai oleh kelompok ini. Dalam kritik sosial tersebut, mereka sepakat bahwa komunikasi menjadi titik utama dal...

Teori Komunikasi : Perspektif Pragmatis

Ketika kita sudah mengenal tradisi dalam komunikasi, dan juga beberapa perspektif komunikasi, nyatanya kita juga harus berkenalan dengan salah satu perspektif yang terbilang baru dalam komunikasi. Yaitu perspektif pragmatis. Dilihat dari asal katanya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pragmatis mempunyai arti bersifat praktis dan berguna bagi umum ; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan) ; mengenai atau bersangkutan dengan nilai-nilai praktis. Lalu, apa itu perspektif pragmatis dalam teori komunikasi? Berdasarkan pengertian kata pragmatis diatas, kita dapat mengetahui bahwa perspektif ini tidak bersifat subjektif. Dari arti katanya saja, kita dapat melihat bahwa berfikir secara pragmatis berarti berfikir secara umum. Adapun dalam komunikasi, berarti perspektif pragmatis akan membawa kita melihat komunikasi tidak hanya dengan satu sudut pandang saja. Melainkan dari berbagai sudut pandang. Melalui perspektif pragmatis, kita jga dapat mengetahui b...

Hiduplah Sebagaimana Kamu Hidup

Hiduplah sebagaimana kamu hidup. Hari-hari yang tak pernah Tuhan cabut nafas dari hidung kita. Hari-hari yang kita selalu berusaha untuk terus mengakhirinya dengan baik. Hari-hari yang telah kita buang satu persatu keraguan tentang tiap langkah yang kita ambil, dalam setiap pilihan-pilihan yang dihadapkan kepada kita. Esok lusa, yakinlah semua akan mejadi terang. Jangan kau hitung langkah-langkah kecil yang membawamu ke seberang, tapi hitung wajah-wajah bahagia yang dapat kamu beri kebermanfaatan. Hari-hari yang melewati tangismu untuk terus berjuang, pandanglah sebentar kemudian lanjutkan perjalanan. Tidak ada gunanya menangisi sesuatu yang telah lalu, sedangkan ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari semua kesedihan itu. Genggam sebentar untuk kemudian di lepaskan. Hiduplah sebagaimana kamu hidup. Hal-hal kecil yang kemudian disiram setiap hari, kerap kamu rawat dan berikan pupuk, akan menjadi hal-hal besar di kemudian hari. Walaupun ada banyak tetesan keringat di badan...